Berawal dari pemilihan kepala
desa di desa. Pemilihan kepala desa yang selama ini terjadi di desa saya, masih
belum sesuai dengan aturan pemilihan umum yang demokratis. Artinya dalam desa
saya, masih belum terterapkan pemilihan yang adil, bersih dan jujur. Dan ketika
pemilihan umum itu akan berlangsung masyarakat desa masih belum paham arti
pemilihan yang sesungguhnya. Masyarakat kebanyakan hanya mengetahui siapa saja
calon-calon kepala desanya dan hanya menikmati beberapa keuntungan yang di beri
oleh calon kepala desa tertentu. Bisa dengan kata lain menikmati hasil suapan
agar memilih calon kepala desa tersebut.
Calon kepala desa memiliki cara tersendiri agar masyarakat setempat memilihnya. Misalnya saja yang terlihat di desa saya, calon kepala desa tersebut mengadakan atau mengundang orkes melayu di depan rumahnya. Sehingga, masyarakat banyak yang berkunjung ke tempat calon kepala desa dan di situlah calon kepala desa mulai mengkampanyekan dirinya. Padahal setelah calon-calon kepala desa memberi belum tentu masyarakat akan memilihnya. Itu juga tergantung pribadi seseorang.
Calon kepala desa memiliki cara tersendiri agar masyarakat setempat memilihnya. Misalnya saja yang terlihat di desa saya, calon kepala desa tersebut mengadakan atau mengundang orkes melayu di depan rumahnya. Sehingga, masyarakat banyak yang berkunjung ke tempat calon kepala desa dan di situlah calon kepala desa mulai mengkampanyekan dirinya. Padahal setelah calon-calon kepala desa memberi belum tentu masyarakat akan memilihnya. Itu juga tergantung pribadi seseorang.
Setelah
terpilihnya kepala desa, masyarakat juga kurang tahu program apa saja yang akan
dilaksanakan oleh kepala desa tersebut. Masyarakat hanya mengikuti arus, selagi
itu baik. Dan jika hal itu ada tidak baiknya maka masyarakat baru merasakan
akan tidak tepatnya pogram tersebut. Masyarakat desa saya selama ini hanya bisa
meminta dan melapor kepada kepala desa jika ada kurangnya dalam suatu desa,
misalnya saja meminta agar terlaksananya pembangunan jalan. Selain program yang
dilaksanakan kepala desa, masyarakat juga masih belum mengerti anggaran desa
selama ini akan dibawa kemana. Ini akan berdampak sendiri kepada masyarakat.
Baru-baru ini di desa saya ribut karena masalah akan didirikannya tower di
sekitar rumah warga. Kepala desa dan sebagian perangkat setuju dengan
berdirinya tower tersebut, karena akan mendapatkan beberapa keuntungan.
Sebagian masyarakat tidak setuju dengan hal tersebut, dan akhirnya membuat
masyarakat protes terhadap kebijakan kepala desa. Dari sinilah masyarakat mulai
mengerti, masyarakat bertanya-tanya, ternyata kepala desa yang dulunya
dibangga-banggakan sekarang jadi
seenaknya sendiri. Dari situlah masyarakat mulai peduli, akan di buat
apa sajakah anggaran desa selama ini?
Selain
itu, masyarakat desa banyak yang kecewa dengan kebijakan kepala desa.
Janji-janji yang dulu diucapkan saat sebelum menjadi kepala desa hanyalah omong
kosong. Seharusnya dalam membangun suatu desa yang baik, seorang kepala desa
dan seluruh perangkatnya memberikan kepercayaan yang pasti terhadap masyarakat.
Dengan memberitahu visi dan misi kepala desa, menunjukkan kepada warga
masyarakat tentang program desa, anggaran desa, aturan desa dan prosedur desa.
Paling tidak di beritahu kepada setiap lingkungan Rt, sehingga dari kepala Rt
tersebut akan menyampaikannya kepada warga masyarakat. Selain itu partisipasi
dari kepala desa juga di butuhkan dalam segala kegiatan yang ada di desa. Tidak
hanya menyetujui dan menandatangani saja, alangkah baiknya jika seorang kepala
desa tersebut ikut serta dalam berpartisipasi. Sehingga menjadikan masyarakat
merasa senang dan percaya dengan kepala desa yang ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar