Minggu, 08 Desember 2013

Kurangnya Kepedulian Masyarakat pada Sistem Desa


Berawal dari pemilihan kepala desa di desa. Pemilihan kepala desa yang selama ini terjadi di desa saya, masih belum sesuai dengan aturan pemilihan umum yang demokratis. Artinya dalam desa saya, masih belum terterapkan pemilihan yang adil, bersih dan jujur. Dan ketika pemilihan umum itu akan berlangsung masyarakat desa masih belum paham arti pemilihan yang sesungguhnya. Masyarakat kebanyakan hanya mengetahui siapa saja calon-calon kepala desanya dan hanya menikmati beberapa keuntungan yang di beri oleh calon kepala desa tertentu. Bisa dengan kata lain menikmati hasil suapan agar memilih calon kepala desa tersebut.
Calon kepala desa memiliki cara tersendiri agar masyarakat setempat memilihnya. Misalnya saja yang terlihat di desa saya, calon kepala desa tersebut mengadakan atau mengundang orkes melayu di depan rumahnya. Sehingga, masyarakat banyak yang berkunjung ke tempat calon kepala desa dan di situlah calon kepala desa mulai mengkampanyekan dirinya. Padahal setelah calon-calon kepala desa memberi belum tentu masyarakat akan memilihnya. Itu juga tergantung pribadi seseorang.
                Setelah terpilihnya kepala desa, masyarakat juga kurang tahu program apa saja yang akan dilaksanakan oleh kepala desa tersebut. Masyarakat hanya mengikuti arus, selagi itu baik. Dan jika hal itu ada tidak baiknya maka masyarakat baru merasakan akan tidak tepatnya pogram tersebut. Masyarakat desa saya selama ini hanya bisa meminta dan melapor kepada kepala desa jika ada kurangnya dalam suatu desa, misalnya saja meminta agar terlaksananya pembangunan jalan. Selain program yang dilaksanakan kepala desa, masyarakat juga masih belum mengerti anggaran desa selama ini akan dibawa kemana. Ini akan berdampak sendiri kepada masyarakat. Baru-baru ini di desa saya ribut karena masalah akan didirikannya tower di sekitar rumah warga. Kepala desa dan sebagian perangkat setuju dengan berdirinya tower tersebut, karena akan mendapatkan beberapa keuntungan. Sebagian masyarakat tidak setuju dengan hal tersebut, dan akhirnya membuat masyarakat protes terhadap kebijakan kepala desa. Dari sinilah masyarakat mulai mengerti, masyarakat bertanya-tanya, ternyata kepala desa yang dulunya dibangga-banggakan sekarang jadi  seenaknya sendiri. Dari situlah masyarakat mulai peduli, akan di buat apa sajakah anggaran desa selama ini?
                Selain itu, masyarakat desa banyak yang kecewa dengan kebijakan kepala desa. Janji-janji yang dulu diucapkan saat sebelum menjadi kepala desa hanyalah omong kosong. Seharusnya dalam membangun suatu desa yang baik, seorang kepala desa dan seluruh perangkatnya memberikan kepercayaan yang pasti terhadap masyarakat. Dengan memberitahu visi dan misi kepala desa, menunjukkan kepada warga masyarakat tentang program desa, anggaran desa, aturan desa dan prosedur desa. Paling tidak di beritahu kepada setiap lingkungan Rt, sehingga dari kepala Rt tersebut akan menyampaikannya kepada warga masyarakat. Selain itu partisipasi dari kepala desa juga di butuhkan dalam segala kegiatan yang ada di desa. Tidak hanya menyetujui dan menandatangani saja, alangkah baiknya jika seorang kepala desa tersebut ikut serta dalam berpartisipasi. Sehingga menjadikan masyarakat merasa senang dan percaya dengan kepala desa yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar