Minggu, 27 Oktober 2013

Pemilu Zaman Sekarang


Pemilu?

Semua orang tidak asing lagi dengan kalimat tersebut. Negara kita Indonesia adalah negara demokrasi, dimana dalam memilih seorang pemimpin harus melalui pemilu (pemilihan umum). Pemilu sendiri merupakan sebuah pemilihan yang dilakukan lima tahun sekali untuk menentukan siapa yang akan menjadi sebaagi pemimpin rakyat. Atau bisa dikatakan dengan memilih anggota lembaga perwakilan, mulai dari Kepala Desa, DPR, DPRD Provinsi, hingga Presiden. Makna yang paling esensial bagi kehidupan politik yang demokratis dari pemilihan umum yaitu pergantian dan perebutan kekuasaan yang dilakukan dengan norma dan etika sehingga sirkulasi politik dapat dilakukan dengan damai dan beradab.

Rabu, 16 Oktober 2013

Peran Warga Negara Sebagai Insan Sosial Politik



Warga Negara merupakan warga atau anggota dari organisasi yang bernama Negara. Warga Negara terbentuk karena adanya rakyat, pendududuk, dan juga adanya suatu daerah. Seperti yang kita ketahui, manusia adalah  makhluk sosial, dimana manusia itu tidak bisa hidup sendiri. Selalu membutuhkan manusia yang lain untuk melangsungkan kehidupannya.

Rabu, 09 Oktober 2013

Merindukan Pemimpin Sejati Rakyat Indonesia


                Indonesia merupakan negara demokrasi. Begitu banyak pemimpin di Negara ini. Mulai dari Presiden, MA, MPR, DPR, sampai dengan pemimpin-pemimpin kecil di sebuah organisasi.  Namun, pada kenyataannya pemimpin di Negara ini tidak menjalankan tugasnya sesuai dengan ajaran islam. Masih banyak para pejabat yang makan uang rakyat, membiarkan rakyat miskin kelalaparan sedangkan mereka begitu menikmati uang rakyat. Pemimpin seperti ini tidak meneladani akhlak Rasulullah SAW sebagai pemimpin. Ingatlah! Setiap orang daripada kamu adalah pemimpin dan setiap kamu bertanggungjawab terhadap apa yang dipimpinnya. (HR. Bukhari)
            Rasulullah SAW telah di utus oleh Allah untuk memimpin umat manusia di dunia ini agar selamat di dunia maupun di akhirat. Dalam menyampaikan ajaran dan perintahnya, Rasulullah memberi contoh-contoh teladan agar diikuti oleh umatnya. Ciri kepemimpinan yang ditunjukkan Rasulullah mulai dari beliau bersikap rendah hati, sederhana dalam segala hal. Pemaaf, berperilaku jujur dan perhatian serta peduli dengan umatnya. Bayangkan ketika sakaratul maut, Baginda masih terkenang dengan nasib umatnya, berulang kali beliau menyebut, umatku! Umatku! Dan umatku! Begitu pedulinya Rasulullah dengan umatnya, sehingga umatnya juga cinta dengan Baginda Rasulullah SAW.
            Andaikan pemimpin di Negara ini seperti Rasulullah. Yang jujur, selalu memperhatikan keadaan umatnya, tidak bercerai berai antar pemimpin yang satu dengan yang lain, pasti di Negara ini tidak ada yang namanya akan kelaparan, korupsi, pertengkaran antar negara dan sebagainya. Jika pemimpin di Negara ini baik dan benar, maka rakyat juga akan senang.
            Jiwa kepemimpinan yang seperti Rasulullah inilah yang patut diteladani. Selalu memperdulikan umatnya. Alangkah baiknya jika pemimpin di Negara ini begitu memperhatikan rakyat sekecil apapun, tidak hanya mementingkan kesenangan dirinya sendiri. Semoga kita menjadi pemimpin yang baik, baik bagi diri kita sendiri maupun orang lain.
           

Rabu, 02 Oktober 2013

Pemuda dan Karakter Bangsa



Apa itu karakter ?
Kalian semua pasti sudah tahu apa yang dimaksud dengan karakter. Karakter merupakan sikap, perilaku yang tercermin di dalam diri sesorang  terhadap orang lain atau sesama manusia dan juga terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Atau dengan kata lain karakter bisa dimaknai sebagai akhlak. Karakter seseorang bisa dilihat dari ucapan, perbuatan atau tingkah laku sehari-harinya. Seseorang bisa dikatakan berkarakter yang baik apabila orang tersebut mampu membawa dirinya dalam kondisi yang baik atau bisa bertnggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya.
Saat ini banyak kita jumpai para pemuda yang kurang akan karakter kebangsaannya. Seperti contoh, ada seorang pemuda tetangga saya, yang tidak hafal dasar ngara kita, yaitu Pancasila. Hal ini sangat memprihatinkan. Dia tidak hafal Pancasila, namun dia begitu hafal dengan lagu-lagu luar negeri. Tidak jauh lagi, pemuda saat ini bahkan kebanyakan masyarakat tidak menunjukkan akan rasa cintanya pada negerinya sendiri. Mereka selalu meniru gaya orang luar, mulai dari pakaian, style rambut, dan sebagainya. Katanya, kalau tidak mengikuti trend akan ketinggalan zaman. Jika disuruh untuk memakai produknya sendiri kadang terlihat malu.
Karakter bangsa yang selanjutnya adalah cinta damai. Pemuda yang berada di tingkat Perguruan Tinggi sering sekali bentrok antar mahasiswa yang satu dan yang lain, demo, unjuk rasa dan masih banyak lagi. Tidak hanya di kalangan mahasiswa, bahkan siswa SMP maupun SMA. Hal ini tidak mencerminkan akan pemuda bangsa yang baik dan kurangnya akan karakter.
Karakter bangsa sesungguhnya yaitu cinta akan tanah air, cinta damai, bertanggung jawab, jujur, religius dan peduli lingkungan. Sebaiknya pemuda saat ini harus mewujudkan berbagai sikap tersebut. Generasi pemudalah yang akan meneruskan bangsa ini. Oleh karena itu, marilah kita menjadi pemuda yang baik, dan pemuda yang berkarakter. Masa depan ada di tangan kita!