Senin, 16 Desember 2013

Eksistensi Bisa Tumbuh dari Keikutsertaan dalam Organisasi





Apa itu organisasi?
Organisasi merupakan suatu kelompok orang dalam satu wadah untuk tujuan bersama. Dimana dalam organisasi itu pasti ada seorang pemimpin dan adanya struktur anggota maupun rencana anggaran dana untuk melaksanakan suatu kegiatan yang diadakan oleh organisasi tersebut. Banyak macam dari organisasi, antara lain OSIS, Remas, PMII, IMAGRES, dan masih banyak yang lainnya. Dari organisasi tersebut bisa menumbuhkan eksistensi diri. Eksistensi sendiri merupakan keadan atau keberadan. Jadi dengan ikut serta dalam organisasi kita dapat mngetahui keadaan diri kita sendiri,  sejauh manakah kita dalam menggali potensi maupun menyalurkan aspirasi.
Pengalaman pribadi, organisasi yang pernah saya ikuti yaitu OSIS di waktu SMA. Dengan mengikuti organisasi ini saya lebih mengetahui bagaimana cara berorganisasi yang baik. Dalam OSIS di SMA saya ini, saya dijarakan dan mengetahui begitu banyak hal yang awalnya saya tidak tahu. Mulai dari cara berorganisasi yang baik, adanya pembagian seksi sesuai kemampuan masing-masing dan dengan membentuk mental dan karakter yang baik. Di samping itu, saya juga mengetahui bagaimana susahnya menjadi seorang panitia. Menjadi ketua panitia yang harus menghendel kegiatan, sekretaris, dan bendahara yang harus pandai-pandai dalam mengelola dana. Selain itu, pengalaman dalam organisasi juga banyak yang dapat diperoleh. Rasa kekeluargaan antar pengurus OSIS sendiri itu pun timbul. Rasa itu berawal dari kebiasaan kita yang selalu berkumpul bersama, rapat antar anggota, dan lain sebagainya. Menjadi anggota OSIS di SMA juga banyak dikenal oleh guru. Dari sinilah saya bisa merasakan eksistensi diri saya. Saya mengetahui keberadaan diri saya dalam menggali potensi.
Kita sebagai manusia pasti membutuhkan eksistensi tersebut. Eksistensi dapat kita peroleh dengan mengikuti organisasi dan hal yang lain, asalkan baik menurut kita maupun orang lain. Dengan hal tersebut kita diharuskan agar menjadi masyarakat atau seseorang yang baik sebagai individu maupun kelompok. Individu yang baik adalah mereka yang mampu mengembangkan eksistensinya dan dapat menempatkan dirinya dimanpun mereka berada dalam hal kebaikan. Misalnya, dalam organisasi OSIS seorang sekretaris itu sangat sibuk dengan kegiatan yang ada di OSIS. Meskipun sibuk dengan kegiatan yang ada, seorang sekretaris ini masih tetap giat belajar dan selalu mendapatkan juara kelas. Artinya dia dapat membagi waktunya dengan baik. Dia juga menjalankan tugasnya menjadi seorang sekretaris yang baik. Dari sinilah orang tersebut dikatakan baik sebagai individu maupun kelompok. 
Sebaliknya, jka seseorang tidak ingin mengembangkan eksistensinya. Orang tersebut tidak mau ikut organisasi, tidak mau hidup bermasyarakat, atau individualisme, maka orang tersebut tidak akan mendapatkan pengalaman yang lebih. Mereka hanya bisa diam di tempat. Pastinya kurang akan komunikasi sosial, beda dengan orang yang ikut organisasi. Selain itu mereka juga masih belum bisa memanfaatkan ruang publik bebas.
               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar