Apa itu organisasi?
Organisasi
merupakan suatu kelompok orang dalam satu wadah untuk tujuan bersama. Dimana
dalam organisasi itu pasti ada seorang pemimpin dan adanya struktur anggota
maupun rencana anggaran dana untuk melaksanakan suatu kegiatan yang diadakan
oleh organisasi tersebut. Banyak macam dari organisasi, antara lain OSIS,
Remas, PMII, IMAGRES, dan masih banyak yang lainnya. Dari organisasi tersebut
bisa menumbuhkan eksistensi diri. Eksistensi sendiri merupakan keadan atau
keberadan. Jadi dengan ikut serta dalam organisasi kita dapat mngetahui keadaan
diri kita sendiri, sejauh manakah kita
dalam menggali potensi maupun menyalurkan aspirasi.
Pengalaman
pribadi, organisasi yang pernah saya ikuti yaitu OSIS di waktu SMA. Dengan
mengikuti organisasi ini saya lebih mengetahui bagaimana cara berorganisasi yang
baik. Dalam OSIS di SMA saya ini, saya dijarakan dan mengetahui begitu banyak
hal yang awalnya saya tidak tahu. Mulai dari cara berorganisasi yang baik,
adanya pembagian seksi sesuai kemampuan masing-masing dan dengan membentuk
mental dan karakter yang baik. Di samping itu, saya juga mengetahui bagaimana
susahnya menjadi seorang panitia. Menjadi ketua panitia yang harus menghendel
kegiatan, sekretaris, dan bendahara yang harus pandai-pandai dalam mengelola
dana. Selain itu, pengalaman dalam organisasi juga banyak yang dapat diperoleh.
Rasa kekeluargaan antar pengurus OSIS sendiri itu pun timbul. Rasa itu berawal
dari kebiasaan kita yang selalu berkumpul bersama, rapat antar anggota, dan
lain sebagainya. Menjadi anggota OSIS di SMA juga banyak dikenal oleh guru.
Dari sinilah saya bisa merasakan eksistensi diri saya. Saya mengetahui
keberadaan diri saya dalam menggali potensi.
Kita sebagai
manusia pasti membutuhkan eksistensi tersebut. Eksistensi dapat kita peroleh
dengan mengikuti organisasi dan hal yang lain, asalkan baik menurut kita maupun
orang lain. Dengan hal tersebut kita diharuskan agar menjadi masyarakat atau
seseorang yang baik sebagai individu maupun kelompok. Individu yang baik adalah
mereka yang mampu mengembangkan eksistensinya dan dapat menempatkan dirinya
dimanpun mereka berada dalam hal kebaikan. Misalnya, dalam organisasi OSIS
seorang sekretaris itu sangat sibuk dengan kegiatan yang ada di OSIS. Meskipun
sibuk dengan kegiatan yang ada, seorang sekretaris ini masih tetap giat belajar
dan selalu mendapatkan juara kelas. Artinya dia dapat membagi waktunya dengan
baik. Dia juga menjalankan tugasnya menjadi seorang sekretaris yang baik. Dari
sinilah orang tersebut dikatakan baik sebagai individu maupun kelompok.
Sebaliknya,
jka seseorang tidak ingin mengembangkan eksistensinya. Orang tersebut tidak mau
ikut organisasi, tidak mau hidup bermasyarakat, atau individualisme, maka orang
tersebut tidak akan mendapatkan pengalaman yang lebih. Mereka hanya bisa diam
di tempat. Pastinya kurang akan komunikasi sosial, beda dengan orang yang ikut
organisasi. Selain itu mereka juga masih belum bisa memanfaatkan ruang publik
bebas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar