Rabu, 27 November 2013

Kemauan Orang tua yang Harus Dipenuhi Anaknya


Telah kita ketahui bahwa di Indonesia ini banyak sekali pelanggaran Hak Asasi Manusia. Ini berarti hukum di Indonesia perlu dibenahi dan diperbarui akan tatanannya. Permasalahan yang kecil dilibatkan dengan hukum, sedangkan permasalahan yang besar dibiarkan saja. Apakah semua warga menerima dengan aturan ini?
Jelas jawabannya sangat tidak menerima. Selama ini masyarakat tidak sadar kalau mereka sering melanggar Hak Asasi Manusia. Banyak hal-hal kecil yang menyangkut pelanggaran Hak Asasi Manusia di lingkungan masyarakat misalnya adalah penyiksaan orang tua terhadap anakya.
                Anak memiliki hak mendapatkan perlindungan dan kasih sayang dari orang tuanya. Orang tua berhak membimbing anaknya untuk menjadi lebih baik. Jika memang anak itu mempunyai kesalahan orang tua wajib menegur anaknya dengan cara yang baik dan benar. Namun hal itu tidak saya temukan pada salah satu tetangga saya. Orang tua dari tetangga saya memang sangat sayang pada anaknya, namun disisi lain mereka memaksakan kehendak si anak. Anak selalu diatur harus begini begitu, harus selalu menuruti apa yang diomongkan oleh orang tuanya. Suatu hari ketika sudah lulus dari SMA, seorang anak dipaksa orang tuanya untuk masuk jurusan akademik kebidanan, namun si anak tidak suka bahkan tidak ada minat untuk masuk pada jurusan itu. Potensi anak ini sebenarnya ada pada design grafis. Namun orang tuanya selalu saja memaksanya untuk masuk ke kesehatan. Akhirnya sebagai seorang anak harus menuruti apa kata orang tua. Hal itu mengakibatkan seorang anak merasa terkekang oleh peraturan orang tuanya. Mempunyai ikatan batin tersendiri.
                Ada contoh lain seorang orang tua yang mendidik anaknya dengan salah. Dia mendidik agar anak itu lebih mandiri. Kesalahan orang tua tersebut ketika mendidik anaknya selalu dengan suara keras atau atau marah-marah. Misalnya orang tua menyuruh ankanya untuk nyapu rumahnya, orang tua tadi menyuruh dengan suara keras seakan-akan memarahi anaknya.hal ini juga membuat seorang anak merasa tidak nyaman akan posisinya sebagai anak. Sebenarnya orang tua tadi baik menyuruh anaknya, akan lebih baik jika orang tua mendidik dengan cara yang lebih baik lagi.
                Kekerasan dalam mendidik anak sudah banyak terjadi di masyarakat sekitar. Masih banyak lagi contoh yang lebih parah dari hal tersebut. Ada orang tua yang menghamili anaknya sendiri bahkan membunuhnya dan sebagainya. Ini semua di sebabkan karena kemajuan zaman yang selama ini membuat kita untuk selektif dalam bertidak. Selain itu kurangnya pemahaman tentang hak asasi manusia. Kekerasan terhadap anak juga bisa timbul karena beberapa faktor. Salah satunya bisa dari orang tua itu sendiri maupun dari seorang anak. Orang tua yang  mengalami kekerasan dalam rumah tangga, bisa jadi seorang anak pun terlibat dalam kekerasan hal tersebut, seorang anak menjadi pelampiasan orang tuanya dan lain sebagainya.
                Untuk menghindari agar tidak terjadi kekerasan pada sorang anak ada beberapa hal yang harus dilakukan. Jika anak menjadi korban, anak harus berani menolak atau mengatakan tidak suka menjadi korban kekerasan, seorang anak menghilangkan pikiran bahwa orang tua melakukan kekerasan untuk disiplin. Dan untuk orang tua sebaiknya lebih mengevaluasi diri apakah dirinya sudah memberikan yang terbaik terhadap anaknya, apakah tindakan yang dilakukan sudah sesuai dengan keinginan anaknya, selain itu juga perlu kepekaan yang lebih antar orang tua dan anaknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar