Minggu, 27 Oktober 2013

Pemilu Zaman Sekarang


Pemilu?

Semua orang tidak asing lagi dengan kalimat tersebut. Negara kita Indonesia adalah negara demokrasi, dimana dalam memilih seorang pemimpin harus melalui pemilu (pemilihan umum). Pemilu sendiri merupakan sebuah pemilihan yang dilakukan lima tahun sekali untuk menentukan siapa yang akan menjadi sebaagi pemimpin rakyat. Atau bisa dikatakan dengan memilih anggota lembaga perwakilan, mulai dari Kepala Desa, DPR, DPRD Provinsi, hingga Presiden. Makna yang paling esensial bagi kehidupan politik yang demokratis dari pemilihan umum yaitu pergantian dan perebutan kekuasaan yang dilakukan dengan norma dan etika sehingga sirkulasi politik dapat dilakukan dengan damai dan beradab.
Namun, realitas pemilu saat ini masih jauh dari harapan. Masih bnayak orang yang kurang akan pemahaman tentang pemilu. Masyarakat masih banyak yang kurang berpartisipasi dalam pemilu. Contoh kecil saja, di desa saya  ketika dilaksanakan pemilihan Kepala Desa, beberapa orang berkata : “Saya tidak akan memilih jika tidak mendapatkan imbalan”. Sungguh mengharukan dengan kalimat tersebut. Padahal memilih itu merupakan hak mereka untuk memilih pemimpin yang terbaik buat mereka. Dan jika mereka hanya membutuhkan imbalan, berarti mereka tidak mempunyai pandangan bagaimanakah pemimpin yang akan memimpinnya dengan baik kedepannya.Tidak hanya itu, ketika pemilu itu dilaksanakan masyarakat masih kurang akan informasi yang ada. Saat pencoblosan misalnya, kekurangan-kekurangan itu begitu terlhat. Mulai dari banyaknya yang salah dalam menyoblos, tidak sesuai dengan gambar dsb, dan juga masih banyak kotak suara yang tidak sah.
Seharusnya hal utama yang harus dilakukan oleh pemilih yaitu memastikan namanya tercantum dalam daftar pemilih, namun pada umumnya panitia sudah mendatangi tiap rumah dalam pemilihan.  Mengetahui tata cara dalam pemilihan ataupun pencoblosan dan alangkah baiknya jika masyarakat diberi pemahaman tentang pemilihan umum yang baik. Bahwasanya pemilihan umum itu dilakukan untuk memilih lembaga perwakilan yang mana akan memimpin masyarakat atau rakyat itu sendiri. Dan jika pemimpin itu sesuai dengan pilihan hati nurani rakyat, mungkin daerah atau negara akan aman, begitu pula sebaliknya. Bukan itu saja, untuk meningkatan partisipasi masyarakat dalam pemilu, diperlukan sumber informasi seperti brosur, kampanye iklan di radio, televisi, debat/dialog kandidat pemilu dan lain-lain. Pemimpin yang baik ada di tangan rakyat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar